Mencari pilihan film drama romantis kaya makna? Mungkin bisa memilih film Bread of Happiness (Shiawase no Pan) sebagai pilihan tontonan di Japanese Film Festival Online (JFF) 2022 weekend ini. Apakah yang bisa diambil dari film ini? Yuk simak ulasannya dalam artikel ini. 

Prolog

© “Bread of Happiness” Film Partners

Film Bread of Happiness yang diputar dalam JFF Online 2022 dimulai dari kisah seorang pasangan suami istri, Rie Mizushima (Tomoyo Harada) dan Nao Mizushima (Yo Oizumi) yang membuka usaha kuliner untuk pertama kali di daerah Hokkaido. 

Baca Juga: Ultaman Trigger akan Tayang di RTV

Desain cafe kuliner dengan kesan homey cukup kental menjadi daya tarik tersendiri dalam film ini. Pasangan suami istri saling bekerja sama dalam menyajikan roti dan menghadirkan kopi terbaik setiap hari bagi konsumen. 

Hal yang menarik usaha kuliner pasangan Rie & Nao ini adalah selalu menyajikan roti yang berbeda setiap harinya. Dari mulai roti rye, roti baguette sampai aneka roti isian kacang dan buah kering diproduksi setiap hari. Selain itu, bahan baku yang digunakan berasal dari hasil perkebunan dan pertanian di sekitar cafe tersebut. 

Story Line

© “Bread of Happiness” Film Partners

Di setiap scene film terdapat narrator tambahan sebagai pelengkap dari jalan cerita. Cukup membantu untuk menjelaskan interaksi yang terjadi antar sesama pemeran dalam film ini. Harus diakui, film ini memiliki tempo jalan cerita yang lambat. Sehingga konflik yang terjadi hampir tidak terasa, bahkan hampir tidak ada. 

Ada harapan yang tumbuh saat Rie & Nao memulai usaha. Pasalnya, mereka meyakini bahwa makanan dan minuman yang diciptakan dapat menjadi keberkahan tersendiri serta membawa kenangan akan tempat tinggal. Selain itu, tentu saja mengharapkan siapapun yang mengkonsumsinya akan selalu bahagia setiap hari. 

Nuansa pedesaan serta interaksi antar sesama penduduk desa menjadi lebih pure, layaknya tinggal di perkampungan. Saya meyakini sekali, bahwa sang sutradara Yukiko Mishima tidak meletakkan karakter utama sebagai pencerita dari film ini. Namun beberapa pemeran pendukung menjadi jalan cerita sesungguhnya yang ingin disampaikan dari sutradara kepada penonton

Kesan Menonton 

© “Bread of Happiness” Film Partners

Dari durasi awal film ini digambarkan dengan nuansa ceria dan romantis. Pada saat pertengahan mulai terlihat lebih menyentuh saat Rie menangis karena berbagai masalah yang kurun datang berdekatan. 

Overall, harus diakui penyajian konflik dari film ini cukup buruk bahkan terkesan samar-samar. Meskipun begitu, menghidupkan nuansa asli sebuah perkampungan sangat kental mengingatkan kehidupan perkampungan Jepang yang lekat akan gotong royong.

Selain itu, penyajian setiap proses memproses roti sampai menjadi roti yang siap dijual cukup mengundang selera. Saya yakin, pasti kamu akan tergoda untuk mencobanya.

Tak lupa, keindahan pinggiran Hokkaido menghadirkan alam yang indah. Saat saya menonton film ini, saya cukup terkagum akan keindahan daerahnya. Bahkan mencoba looking langsung, di mana letak lokasi tersebut dan menjadikan wishlist touring pasca pandemi. 

© “Bread of Happiness” Film Partners

Semoga artikel ini dapat membantu #Kaoreaders untuk menjadikan film Bread of Happiness sebagai pilihan menonton di akhir pekan. Jangan lupa untuk menonton Japanese Film Festival (JFF) 2022 dari 14 Februari 2022 – 27 Februari 2022 yang hadir secara GRATIS. Selamat berakhir pekan!

Animefeed | Ditulis oleh R Ikhsan Nur Akbar