Jumat, 24 Maret 2022, adalah tanggal yang sudah oleh masyarakat Garut dan pecinta kereta api Indonesia. Pada tanggal ini setelah penantian selama 39 tahun, Stasiun Garut beserta Stasiun Pasir Jengkol dan Wanaraja kembali melayani masyarakat kembali. Terdapat dua layanan KA yang dapat digunakan yaitu KA Lokal Garut Cibatuan dan KA Cikuray.

Kami berkesempatan menjajal KA Cikuray yang menghubungkan Stasiun Pasar Senen Jakarta dengan Stasiun Garut. KA ini merupakan KA kelas ekonomi bersubsidi dengan tarif Rp 45.000 saja sekali jalan. Penggunaan nama Cikuray terbilang unik. Penggunaan nama gunung  untuk KA kelas ekonomi terbilang tidak lazim karena penggunaan nama gunung identik dengan KA kelas argo eksekutif. Walaupun jika melihat waktu kebelakang beberapa KA kelas argo tidak lagi menggunakan nama gunung seperti KA Argo Cheribon.

KA Cikuray memiliki 1 kali jadwal perjalanan pp yaitu: KA 7047 berangkat dari Garut pukul 07.05 WIB yang tiba pukul 13.32 WIB di Pasar Senen. Lalu KA 7048 yang berangkat dari Pasar Senen pukul 17.55 WIB dan tiba di Garut pukul 00.53. Untuk kesempatan kali ini kami menjajal KA Cikuray nomor 7048.

KA Cikuray 7048 menunggu keberangkatan di jalur 3 Stasiun Pasar Senen. (Animefeed/Unggul Rochmat)

Impresi pertama kami saat menjajal KA Cikuray cukup positif karena dengan harga Rp 45.000 saja, KA Cikuray menggunakan rangkaian kelas ekonomi kemenhub yang berbeda dengan rangkaian ekonomi bersubsidi lainnya. Perbedaanya adalah penggunaan kursi yang lebih sedikit yaitu 80 kursi saja. Selain itu kereta ekonomi kemenhub menggunakan sistem pendingin udara terpusat yang mampu mendinginkan isi kereta secara merata. Fasilitas lainnya tidak berbeda dengan kereta api lainnya seperti layanan kereta makan, layanan kebersihan, dan keamanan.

Jumlah penumpang yang antusias menaiki KA ini terbilang cukup banyak dengan hampir semua kursi terisi. Namun berdasarkan pengamatan kami, tidak semua penumpang KA Cikuray bertujuan akhir di Stasiun Garut. Mayoritas penumpang terpantau mengakhiri perjalanannya di Stasiun Bandung, dan Kiaracondong. Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam 30 menit, KA tiba di Stasiun Garut sebagai KA Penumpang pertama dari Jakarta setelah 39 tahun.

Sesampainya di Stasiun Garut, kesan pertama yang terpancarkan adalah bentuk stasiun yang minimalis dan trendy. Stasiun yang memiliki 3 jalur ini sudah menggunakan peron tinggi sehingga  memudahkan proses naik-turun penumpang.

Peron tinggi Stasiun Garut.
Tampak luar gedung baru Stasiun Garut di malam hari

Bangunan lama Stasiun Garut yang bernilai sejarah tinggi juga masih dipertahankan

Bangunan lama Stasiun Garut.

Perjalanan KA Cikuray yang tiba terlalu malam menjadi nilai negatif dari kami karena jam kedatangan kereta di tengah malam cukup menyulitkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum. Walaupun kondisi sekitar stasiun yang sepi saat kedatangan, kondisi keamanan relatif aman karena Stasiun Garut tepat bersebelahan dengan markas militer Kodim 0611 Garut.

Cemplus by Animefeed