Loecy Soesilo merupakan salah seorang seiyu kawakan tanah air. Suaranya kerap kali terdengar setiap hari Minggu pagi dalam anime Doraemon, di mana ia biasa mendubbing Dorami dan Dekisugi. Selain itu ia saat ini juga aktif mendubbing anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba yang ditayangkan oleh pihak MUSE SG/Muse Indonesia di platform iQIYI dan Bstation, di mana ia berperan sebagai Shinobu Kocho sang Hashira Serangga, dan juga Aoi Kanzaki, murid Shinobu yang lebih memilih aktif di bagian medis ketimbang terjun langsung dalam pertempuran.

Kimetsu no Yaiba rupanya bukan satu-satunya anime dari pihak Muse yang didubbing ke dalam bahasa Indonesia. Sejak tahun 2021, Muse Indonesia telah mendubbing beberapa anime mereka ke dalam bahasa Indonesia. Di antaranya adalah Kenja no Deshi, Sabikui Bisco, Tokyo Revengers, dan yang terbaru adalah Attack on Titan dan <strong>Spy x Family</strong>.

Di antara anime-anime milik Muse yang didubbing tersebut, Loecy Soesilo rupanya telah terlibat mendubbing setidaknya 3 judul sekaligus, yakni Kimetsu no Yaiba, Kenja no Deshi, dan yang terbaru adalah Spy x Family. Tidak tanggung-tanggung, dalam Spy x Family ini ya mendubbing karakter Yor Forger, sosok pembunuh handal yang “diperistri” oleh tokoh utama Spy x Family, Loid Forger. Yang menarik, keterlibatan Loecy Soesilo dalam mendubbing anime-anime yang ditangani oleh Muse sendiri telah mengantarnya untuk mendubbing sejumlah karakter yang di Jepangnya dimainkan oleh Saori Hayami. Tercatat ia telah mendubbing Shinobu Kocho dalam Kimetsu no Yaiba dan Yor Forger dalam Spy x Family, 2 karakter anime yang dimainkan oleh Saori Hayami di versi bahasa Jepangnya.

Karir Loecy Soesilo sebagai seorang seiyu sendiri cukup berliku dan sudah cukup panjang, setidaknya sejak tahun 1994. Jauh sebelumnya di masa sekolah, ia sudah memiliki kemampuan olah suara yang mumpuni berkat seringnya mengikuti lomba membaca puisi hingga cerpen. Kemudian ketika dirinya beranjak dewasa ia sempat membaca di sebuah artikel majalah mengenai bagaimana suara bisa “dijual”. Tertarik akan hal itu, dan didasari hasratnya untuk memiliki karir yang bisa ia nikmati, iapun tertarik untuk meniti karir dengan “menjual” suara. Ia kemudian bergabung dengan Sanggar Prathivi pada tahun 1994. Dan setelah digembleng dalam hal olah vokal, pembacaan naskah, dll selama kurang lebih 3 bulan, ia mulai diajak untuk mengikuti sesi rekaman sandiwara radio yang merupakan produk unggulan Sanggar Prathivi pada masa itu. Di masa-masa awal karirnya, ia hanya menyuarakan karakter-karakter figuran dan suara crowded saja. Lambat laun, karirnya pun menanjak, dan ilmunya semakin bertambah, seperti bagaimana menyesuaikan suara dengan gerak bibir saat mendubbing film, dll.

Dari Kaori Nusantara